» Pemenang Lomba Karya Tulis Perkoperasian se-Sulawesi Selatan akan diumumkan pada bulan Oktober 2014 berhubung masih dalam proses penjurian. Harap maklum.             » Website kami berganti nama dari www.kumkm-sulsel.info menjadi koperasiukm-sulsel.info. Silakan kunjungi website baru kami            
Kategori Berita

Agenda

Fasilitas Pendukung

Link Terkait

Statistik Pengunjung
Pengunjung hari ini : 164
Total pengunjung : 122661
Hits hari ini : 977
Total Hits : 545913
Pengunjung Online : 15

Last Update:
29 September 2014
DETIL BERITA
Home » Berita » Komoditas

Kamis, 06 Oktober 2011 | 289 HITS
Sulsel Ingin Bibit Kakao Lokal
Diposting Oleh: Muhammad Yusri

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan tetap menginginkan agar bibit kakao lokal yang digunakan dalam gerakan nasional rehabilitasi tanaman kakao setempat karena sudah terbukti kualitasnya.

"Pada Gernas tahun depan, kita harus meminta pusat agar bibit yang digunakan adalah bibit lokal, karena sudah terbukti kualitasnya," kata Ketua Komisi B DPRD Sulsel Yusa Rasyid Ali di Makassar, Senin.

Ia meminta Dinas Perkebunan Sulsel untuk kembali mengusulkan kepada Ditjen Perkebunan, Kementrian Pertanian agar pada program Gernas 2012 di Sulsel, semuanya menggunakan bibit lokal.

Politisi Demokrat ini menilai bibit SE maupun bibit jenis lain yang direkomendasikan Ditjen Perkebunan banyak yang terkena penyakit dan tidak mampu mengembalikan kejayaan kakao Sulsel.

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Sulsel Burhanuddin Mustafa mengemukakan, sudah berulang kali menyampaikan penggunaan bibit lokal ke Ditjen Perkebunan, namun selalu ditolak.

"Sudah berulang kali kami sampaikan, agar kami di Sulsel diberikan kesempatan menggunakan bibit lokal, kami lebih senang gunakan bibit lokal, namun Dirjen tidak pernah mau," ucapnya.

Menurut dia, seluruh program pengembangan kakao yang bersumber dari APBD Sulsel menggunakan bibit lokal seperti program sambung pucuk.
Meski begitu, Burhanuddin menyebut tidak semua program yang menggunakan bibit SE dan bibit dari pusat gagal, karena ada juga beberapa petani yang sukses seperti di Kabupaten Wajo.

"Gernas sangat tergantung bagaimana cara pemeliharaan dari petaninya. Di Wajo ada yang hasilnya bagus," ucapnya dan menambahkan jumlah anggaran Gernas kakao yang masuk ke Sulsel 2011 sebesar Rp153 miliar.


Sumber: antara